BAB 1
Konsep,Aliran,Dan Sejarah Koprasi
Konsep Koprasi
Munker dari university of marburg,jerman barat membedakan konsep koprasi menjadi dua : konsep koprasi barat dan konsep koprasi sosialis.hal ini melatarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya,perkembangan konsep-konsep yang ada berasal dari negara-negara barat dan negara-negara berpaham sosialis,sedang perpaduan dari kedua konsep tersebut.
Konsep Koprasi Barat
Konsep koprasi barat menyatakan bahwa koprasi merupakan organisasi swasta,yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan,dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koprasi maupun perusahaan koprasi.
Persaam kepentingan tersebut bisa berasal dari perorangan atau kelompok.kepentingan bersama atau kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koprasi.jika dinyatakan secara negatif maka koprasi dalam pengertian tersebut dapat dikatakan sebagai ‘ organisasi bagi egoisme kelompok ‘.namun demikian,unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut :
• Keinginan individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota,dengan saling membantu dan saling menguntungkan.
• Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama.
• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
• Keuntungan yang belum didistribusikan ankan dimasukan sebagai cadangan koprasi.
Adapun dampak langsung koprasi terhadap anggotanya adalah
• Promosi kegiatan ekonomi anggota
• pengembangan usaha perusahaan koprasi dalam hal investasi,formasi permodalan,pengembangan sumber daya manusia(SDM),pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai kewirausahawan,dan kerjasama antar koprasi secara horizontal dan vertikal
Dampak koprasi secara tidak langsung :
• pengembangan kondisi sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan
• Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil,misalnya inovasi tekhnik dan inovasi produksi
• Memberikan distribusi secara seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan pelanggan
Konsep koprasi sosialis
Konsep koprasi sosialis menyatakan bahwa dikoprasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah,dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi,untuk menunjang perencanaan nasional.
Konsep koprasi negara berkembang
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya,munker hanya membedakan koprasi berdasarkan konsep barat dan konsep sosialis.sementara itu didunia negara ketigawalaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut.namun koprasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri
Latar belakang timbulnya aliran koprasi
Perbedaan aliran dalam koprasi berkaitan erat dengan faktor ideologi dan pandangan hidup(way of life) yang dianut oleh negara dan masyarakat yang bersangkutan.secara garis besar ideologi negara2 didunia dapat dikelompokan menjadi 3 :
• Liberalisme / kapitalisme
• Sosialisme
• Tidak termasuk liberalisme mapun sosialisme
Keterkaitan Ideologi,Sistem perekonomian,dan aliran koperasi
Keterkaitan ideologi,sistem perekonomian,dan aliran koperasi yang dianut oleh berbagai negara dapat digambarkan sebagai berikut
Peraga 1-1 keterkaitan ideologi,sistem perekonomian,dan aliran koprasi
1. Table 1-1 hubungan ideologi,sistem perekonomian,dan aliran koprasi
Ideologi Sistem Perekonomian Aliran Koprasi
Liberalisme/Kapitalisme Sistem ekonomi bebas/Liberal Yardstick
Komunisme /Sosialisme Sistem ekonomi sosialis sosialis
Tidak termak liberalisme dan sosialisme Sistem ekonomi campuran Persemakmuran (commonwealth)
Aliran Koprasi
Dengan mengacu pada keterkaitan ideologi dan sistem perekonomian disuatu negara,maka secara umum aliran koprasi yang dianut oleh berbagai negara didunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan koprasi dalam sistem perekonomian dan hubungan pemerintah.Paul hubert casselman membaginya menjadi 3 aliran:
• Aliran yardstick
• Akiran sosialis
• Aliran persemakmuran (commonwealth)
Aliran yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian liberal.menurut akiran ini,koprasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi,menetralisirkan,dan mengoreksiberbagai keburukan yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme.Pemerintah memperlakukan koprasi dengan swasta secara seimbang dalam pengembangan usaha.jadi,maju atau tidaknya koprasi tetap terletak ditangan anggota koprasinya sendiri.
Pengaruh aliran ini cukup kuat,terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat dibawah sistem kapitalisme,seperti amerika serikat,prancis,swedia,denmark,jerman,dan lain-lain
Aliran sosialis
Lahirnya aliran ini tidak terlepas dari berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh kapitalisme.karena itu,pada abad XIX,pertumbuhn koprasi di =negara-negara barat sangat didukung oleh kaum sosialis.menurut aliran ini,koprasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koprasi.Koprasi dijadikan sebagai alat pemerintah dalam menjalankan program-programnya.dalam hal ini,otonomi koprasi menjadi hilang.pengaruh aliran ini banyak dijumpai dinegara-negara eropa timur dan rusia.
Aliran persemakmuran
Aliran persemakmuran(commonwealth)memandang koprasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.koprasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan megang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
Hubungan pemerintah dengan gerakan koprasi bersifat kemitraan (partnership),dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koprasi tercipta dengan baik.Secara singkat,perbedaan ketiga aliran koprasi tersebut (berdasarkan peranan gerakan koprasi dan hubungan dengan pemerintah).Dalam tulisannya diharian kompas (8 agustus 1984)yang berjudul ‘kemakmuran masyarakat berasas koprasi’E.D.Danamik mmbagi koprasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam kontelasi perekonomian negara yakni :
• Cooperative commonwealth school
• School of modifiend capitalism atau juga disebut school of competitive yardstick
• The socialistschool
• Cooperative sector school
Cooperative commonwelth school
ALIRAN KOPRASI PERANAN KOPRASI HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH
YARDISTICK Koprasi perperan sebagai alat pengukur,penyeimbang,penetral,dan pengoreksi danpak negatif yang ditimbulkan oleh sistem ekonomi liberal(kapitalisme) Hubungan gerakan koprasi dengan pemerintah bersifat netral,diman pemerintah tidak campur tangan terhadap jatuh bangunnya organisasi koprasi dimasyarakat
SOSIALIS Koprasi berperan sebagai alat untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang sosialis yang bercorak kolektif Koprasi merupakan alat pemerintah dan menjadi bawahan pemerintah dengan demikian,koprasi tidak mempunyai otonomi
PERSEMAKMURAN (COMMONWEALTH) Koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang adil dan merata dimana koprasi memegang peranan yang utama dalam struktur perekonomian masyarakat Hubungan koprasi dengan pemerintah oemerintah bersifat kemitraan(partnership)koprasi tetap mempunyai otonomi dan pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk ikut mengembangkan koprasi ditengah-tengah masyarakat
Sejarah perkembangan koprasi
A.Sejarah lahirnya koperasi
Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di inggris yaitu dikota rochdale pada tahun 1844.pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri.pada awalnya, koprasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.kegiatan ini menimbulkan kesepakatan kerja bagi anggota yang belum bekerja menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja pada tahun 1851 koprasi itu dapat mendirikan sebuah pabrik.perkembangan koprasi Rochdale sangat pempengaruhi perkembangan koprasi diinggris.pada tahunn 1852 jumlah koprasi diingris sudah mencapai 100 unit.pada tahun 1862,dibentuk pusat koprasi pembelian dengan nama the cooperative whole sale society(CWS).pada tahun 1945 CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9000 orang pekerja.Pada tahun 1876 koprasi ini telah melakukan usaha ekspdisi perbankan,transportasi dan asuransi.pada tahun 1870 koprasi ini membuka usaha dibidang penerbitan berupa surat kabar yang bernama Cooperative News.dalam perjalanan sejarah ,koperasi tumbuh dan berkembang keseluruh dunia disamping badan usaha lainnya setengah abad setelah perkembangan koperasi rochdale,seiring dengan berkembangnya koprasi diberbagai negara,para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk internasional cooperative alliance(ICA-Persekutuan koprasi internasional)dalam kongres koprasi internasional yang pertama pada tahun 1896 di london________________________________________
Minggu, 07 Oktober 2012
Sabtu, 06 Oktober 2012
PENGERTIAN MANAJEMEN
A. Pengantar
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya.
Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
B. Definisi Manajemen
Mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni
Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut Manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry.
2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya.
Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
B. Definisi Manajemen
Mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni
Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut Manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry.
2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
C. Manajemen Sebagai Ilmu Dan Sebagai Seni
Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori.
Sedang manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kkerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.
D. Manajemen Sebagai Suatu Profesi
Dalam jaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni, dalam arti aturan yang jelas, dan sekarang boleh dikata bahwa bidang manajemen sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar.
Edgar H Schein dalam bukunya yang berjudul organization socialization and the profession of Managemen menguraikan karakteristik atau criteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :
1. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
2. Para profesioal memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dam criteria-kriteria lainnya.
3. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.
E. Tingkatan Manajemen Dan Manajer
Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.
Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan keahlian manajerial ( Managerial Skill ). Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi. Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.
F. Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
1. Ernest Dale : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan Controlling.
2. Oey Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
3. James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controlling.
4. Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
5. Lindal F. Urwich : Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Cordinating, Controlling.
6. Dr. SP. Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
7. Prayudi Atmosudirjo : Planning, Organizing, Directing/ Actuating, Controlling.
8. DR. Winardi SE : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating, Controlling.
9. The Liang Gie : Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu :
1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.
Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :
1. mewakili perusahaan dibidang pengadilan.
2. ambil bagian sebagai warga negara biasa.
mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
sebagian dari buku Profesi Manajemen,
louis A. Alen, alih bahasa oleh Prof. DR. D. P. Tampubolon, 2009. Profesi Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
louis A. Alen, alih bahasa oleh Prof. DR. D. P. Tampubolon, 2009. Profesi Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)